|
Sunday, 15 January 2012 21:58 |
|
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun
Segenap Jajaran Pengurus dan Keluarga Besar
PIP PKS Malaysia
Mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya
Atas wafatnya
Ibunda
dari
DR Sigit Puspito Wigati Jarot, MEng
(Ketua PIP PKS Malaysia)
Semoga Almarhumah diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,
diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan
diberikan kekuatan serta kesabaran
Amin ya Robbal Alamin |
|
Thursday, 12 January 2012 08:41 |
|

Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) memanfaatkan awal tahun 2012 ini sebagai momentum penguatan sumberdaya manusia (SDM) relawannya dengan menggelar Training For Trainer (TFT) Nasional Penggerak Relawan Perempuan di Madani Leadership Center, Lembang Bandung akhir pekan lalu. Kegiatan yang dihelat salah satu organ PKS, Barisan Putri Keadilan (Santika) itu bertujuan menyiapkan SDM instruktur yang andal dari kalangan perempuan. “Kami ingin mencetak kader-kader penggerak yang peduli persoalan lingkungan dan kemanusiaan. Relawan yang berkarakter, siaga, peduli, siap bekerja tanpa meninggalkan fitrah sebagai perempuan“, ujar Ketua Departemen Kepanduan DPP PKS Cahya Zailani. Lebih lanjut Cahya mengatakan, membantu masyarakat, dan peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan merupakan tradisi yang sudah mengakar di PKS. Untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang baik tersebut, dibutuhkan pembaruan SDM secara berkesinambungan, terutama yang sigap bergerak di lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan atau utusan dari 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia, kecuali Papua Barat dan Bangka Belitung. Semua Peserta sangat antusias dalam mengikuti semua materi yang ada, karena semua materi yang di isi oleh para pakar dibidangnya contohnya pemateri dari BSMI, Relawan Indonesia, Lembaga Pengembangan Diri Trusco, Pakar bidang Pengelolaan Sampah, serta Akademisi dari ITB dan Unpad. “Kami juga membekali para relawan kemampuan jurnalistik dan fotografi agar setiap kegiatan bisa dipublikasikan guna menggugah banyak pihak ikut serta dalam kepedulian,” pungkas Cahya. (DPP-PKS)
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org) |
|
Tuesday, 10 January 2012 10:26 |
|
Citra parlemen belakangan cenderung negatif. Nyaris kerja politik Dewan tertutup dengan rumor politik yang tak sedap. Meski demikian, di tengah Dewan yang dicitrakan negatif, masih saja ada figur politikus yang inspiratif. Salah satunya politikus PKS Mahfudz Siddiq.

Politikus PKS yang juga Ketua Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR RI Mahfudz Siddiq bisa jadi memberi warna berbeda bagi DPR. Setidaknya, gaya hidup yang ditampilkan jauh dari sikap kemewahan dan berfoya-foya.
Salah satunya ia tunjukkan dengan menggunakan sarana transportasi kereta api saat mengunjungi konstituennya. "Saya sering naik kereta api," kata Mahfudz Siddiq melalui BlackBerry Messenger (BBM) kepada INILAH.COM akhir pekan lalu.
Saat masa reses DPR, Mahfudz Siddiq rutin mengunjungi konstituennya yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII yang meliputi Cirebon dan Indramayu. Meski Mahfudz merupakan pria asal Jakarta, namun selama dua kali Pemilu, ia terpilih dari dapil Cirebon dan Indramayu.
Mahfudz memiliki alasan khusus dengan memanfaatkan transportasi kereta api untuk mengunjungi konstituennya. Bagi Wakil Sekjen DPP PKS ini, naik kereta api bisa berkomunikasi dengan banyak orang. "Saya bisa ngobrol dengan banyak orang," Mahfudz memberi alasan.
Selain itu, Mahfudz menuturkan, saat masa reses, dirinya juga menyempatkan membaur dengan masyarakat luas. Seperti saat usai menunaikan ibadah salat Jumat pekan lalu, ia sempatkan makan di warung tenda di sekitar masjid. "Saya bersama warga makan nasi jamblang," pungkasnya menyebut makanan khas asal Cirebon. [mdr] (inilah.com/10/01/2012)
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org)
|
|
Wednesday, 21 December 2011 11:25 |
|

Pendidikan di Indonesia telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak negara ini merdeka. Bermula sejak berdirinya Perguruan Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara dengan slogannya Tut Wuri Handayani. Sekolah-sekolah negeri maupun swasta menjadi sarana dalam mewujudkan tujuan program pendidikan nasional. Tetapi sayang, keberhasilan dalam pertumbuhan dunia pendidikan di negara kita tidak diimbangi dengan keberhasilan dalam pendidikan moral dan nilai-nilai pribadi yang luhur. Berita-berita di media massa semakin hari semakin mengaburkan makna pendidikan selama ini. Seorang pejabat korupsi, anak sekolah tawuran, seorang gadis aborsi, atau seorang ibu membuang anaknya. Itu hanya sebagian kecilnya saja, belum tayangan sinetron dan infotaiment yang kurang mendidik. Sungguh berita yang mengiris hati sekali. Bayangkan, informasi itu tayang setiap hari . Pendidikan, baik formal maupun informal, memiliki tujuan yang sama, mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi apa yang salah selama ini? Sistem kah atau kurikulum yang kerap bongkar-pasang kah? Guru atau tenaga pendidik yang kurang kompeten kah? Di mana ruh pendidikan selama ini? Pertanyaan-pertanyaan ini mengusik dan menggugah inspirasi Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Johor, Malaysia, untuk menyelenggarakan sebuah seminar pendidikan pada hari Ahad yang lalu (27/11). Kebetulan momennya bertepatan dengan hari guru (25/11) dan tahun baru Islam (27/11) atau 1 Muharam 1433H. Seminar pendidikan ini mengangkat tema “Keutamaan Menjadi Pendidik”. Hadir sebagai narasumber Dra. Nani Handayani, direktur LPTK IQRO, dan Lilis Lesmanawati, seorang wanita pengusaha. Hadir pada seminar ini 120 peserta yang terdiri dari tenaga kerja wanita di Johor dan istri-istri dosen UTM.
Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah merekrut tenaga kerja pendidik yang berasal dari tenaga kerja wanita (TKW). Harapannya, selepas mereka bekerja di kilang dan kembali ke Tanah Air, mereka memiliki tujuan yang jelas dan memiliki pekerjaan yang mulia, sebagai pendidik. Selain itu, adik-adik tenaga kerja ini akan kembali ke kampung-kampung di seluruh Indonesia. Mereka diharapkan akan menjadi motivator tenaga pendidik yang unggul dalam pendidikan karakter dan akhlak Islami. Pendidik memiliki arti yang luas. Pendidik tidak hanya berarti sebagai seorang guru, ia bisa berarti seseorang yang mampu menjadi teladan bagi masyarakatnya, mejadi istri yang baik untuk suaminya, dan ibu yang hebat bagi anak-anaknya. Ia juga bisa menjadi seorang motivator bagi masyarakatnya untuk melakukan perubahan dalam masalah pendidikan. Bayangkan, jika seorang TKW kembali ke Indonesia, kemudian bekerja hanya sebagai pramuniaga atau menjadi seorang guru. Maka, walaupun gajinya sama-sama kecil, tetapi perannya sebagai guru lebih mengangkat derajatnya dibandingkan menjadi seorang pramuniaga. Saya tidak sedang mengkastakan pekerjaan, tetapi faktanya berbicara seperti itu. Apalagi jika menjadi guru teladan, penerimaan masyarakat akan luar biasa sekali.
Kerja sama dengan LPTK IQRO Untuk itulah IKMI bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Al Qur’an (LPTK) IQRO, berkomitmen untuk membuat sebuah terobosan dalam mencetak tenaga pendidik yang unggul. Sejak berdirinya, LPTK IQRO istiqomah dalam merekrut tenaga pendidik yang unggul dan Islami. Kurikulum perkuliahannya sebagian besar telah mencakup pendidikan karakter yang baru-baru ini diluncurkan oleh pemerintah. Lulusan dari LPTK IQRO ini banyak sekali dicari, maka diharapkan adik-adik pekerja yang mengikuti kelas pelatihan menjadi tenaga pendidik taman kanak-kanak ini bisa berkarya di kampung halamannya. Seminar ditutup dengan acara soft launching penandatangan MOU kerjasama antara IKMI dan LPTK IQRO. IKMI akan melakukan pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja wanita seputar pendidikan usia dini di Johor atas bimbingan dari LPTK IQRO pusat. Pelatihan Guru Taman Kanak-kanak Al Qur’an (PGTK) ini digagas dan diramu oleh Divisi Pendidikan IKMI Johor, Malaysia. (sumber: Republika/21/12/2011) ditulis olehSri Widiyastuti.
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org) |
|
|
Sunday, 18 December 2011 23:02 |
|
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menolak RUU tentang Perubahan atas UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebagai RUU Prioritas Tahun 2012. PKS menganggap, muatan Undang-Undang Ketenagakerjaan saat ini sudah cukup melindungi kepentingan buruh dan dunia usaha. PKS memandang, justru kekurangannya adalah pada law enforcement dan daya eksekusinya yang harus dioptimalkan oleh Pemerintah. "PKS menolak karena beberapa alasan. Di antaranya, Pemerintah belum menyiapkan draft RUU dan Naskah Akademis (NA) nya, sehingga kami belum mengetahui konsepnya. Kami khawatir terdapat hal yang tidak pro dengan kepentingan buruh. Bahkan, justru memperburuk kondisi nasib buruh," ujar Mardani, anggota Fraksi PKS DPR, Kamis (15/12/2011). Mardani menduga, pemerintah masih memiliki pandangan yang keliru mengenai upah buruh yang lebih menekankan pada pendekatan di tingkat provinsi daripada pendekatan di tingkat kota dan kabupaten. Selain itu, terkait menghapus pengupahan berbasis sektoral. Persoalan lain, ujar Mardani, mengenai outsourcing dalam rekrutmen tenaga kerja. Pemerintah tidak mengajukan solusi yang komprehensif. "Misalnya, dengan memasukkan point buruh. outsourcing sebagai karyawan tetap. Hal ini sulit dilaksanakan karena ketidakjelasan perusahaan outsourcing. Seharusnya pemerintah mengusulkan agar buruh outsourcing menjadi karyawan tetap pada perusahaan tempat buruh outsourcing bekerja," tegasnya. Selain itu, imbuhnya lagi, belum adanya sosialisasi yang melibatkan buruh secara menyeluruh mengenai rencana revisi RUU ini. Buktinya, banyaknya penolakan oleh serikat buruh.[pks/ismed]
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org) |
|
Wednesday, 14 December 2011 00:09 |
|

Jabar secara kumulatif menyabet penghargaan terbanyak untuk sejumlah kategori. Penghargaan AMB 2011 yang diraih Jabar, di antaranya juara I untuk kategori Nelayan Teladan, Kelompok Pembudidaya Nila/Mas, Kelompok Pembudidaya Ikan Hias, Unit Pelayanan Teknis Dinas dan UMKM Pengolah Terbaik. Dengan demikian Jabar mengokohkan diri sebagai provinsi terdepan dalam pembangunan perikanan dan kelautan Nasional.
Ahmad Heryawan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan AMB yang kedua kali secara berturut-turut diraih Jabar sejak 2010. Penghargaan ini sekaligus wujud pengakuan pemerintah pusat atas prestasi kerja yang sudah dilaksanakan Jabar dalam membangun kelautan dan perikanan.
"Potensi perikanan dan kelautan sangat besar. Semuanya dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Jawa Barat sangat serius dan fokus dalam membangun sektor ini. Sejumlah terobosan sudah digulirkan," kata Heryawan.
Usai menerima penghargaan, Heryawan mendapat ucapan sesama kolega para gubernur dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang hadir. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Ahmad Hadadi mengatakan, selain karena secara kumulatif meraih penghargaan terbanyak, gelar Juara Umum AMB 2011 diberikan kepada Jabar karena dinilai berhasil secara konsisten dan kontinyu mengoptimalkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu core business masyarakat. Terutama di kawasan pesisir pantai, sungai, danau, kolam serta waduk besar. [ang]
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org) |
|
Monday, 12 December 2011 00:31 |
|

Abdul Aziz Matnur anggota Wilayah Dakwah (Wilda) Banten dan Jawa Barat DPP Partai Keadilan Sejahtera meninggal dunia tadi pagi (10/12) di kediamannya Jl. H.Ilyas RT. 01 RW.10 Petukangan Utara Pesanggarahan Jakarta selatan pukul 10.15 wib. Menurut Muhammad Yamin, ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera Pesanggarahan, Almarhum meninggal mendadak disebabkan serangan jantung koroner saat sedang mengisi pengajian rutin ibu-ibu yang diadakan di rumahnya. "Sebelumnya Waktu itu beliau sempat pingsan, dan diperiksa oleh salah seorang anggota jamaah yang menjadi dokter saat hadir dalam pengajian" Tuturnya. Yamin menjelaskan, bahwa Saat kejadian abdul Aziz sempat dilarikan ke Rumah Sakit Aminah di jl. Kreo Selatan Larangan Tangerang yang berjarak tidak jauh dari rumah kediamannya. Namun hingga sampai di Rumah Sakit nyawanya sudah tidak tertolong lagi. "Menurut dokter beliau sudah meninggal dunia sejak di rumah" Kata Yamin yang sempat bermain bulutangkis dengan almarhum paginya. Nampak ratusan kader PKS dan masyarakat hadir untuk melayat dan mensholatkan serta menghantarkan jenazah almarhum ke pemakaman di daerah Kreo Selatan Larangan Tangerang Banten tempat Almarhum di lahirkan. Turut hadir para tokoh PKS seperti Ustadz Ma'mur Lc, ketua Wilda Banjabar, Nasir Jamil dan Mutamimul Ula yang merupakan anggota DPR RI dari PKS dan Triwisaksana wakil DPRD DKI Jakarta. Abdul Aziz Matnur merupakan putra Jakarta yang lahir tanggal 9 November 1969. Almarhum meninggalkan 4 orang anak yang masih sekolah di bangku SMA dan SMP dari pernikahannya dengan Fatimah. Sebelumnya pernah menjabat menjadi ketua DPD Partai Keadilan Jakarta Barat pada tahun 1998 yang menghantarkannya menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode tahun 1999-2004. Selain sebagai aktifis partai, almarhum juga dikenal sebagai muballigh di kalangan masyarakat yang kerap mengisi kajian-kajian Tafsir Qur'an di Masjid atau pembicara dalam acara seminar. Semoga segala amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya disisi-Nya. Inna lillahi wa inna Ilaihi roji'un. (Mjundi/pks kebonjeruk)
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org) |
|
Sunday, 27 November 2011 21:12 |
|
Kegiatan PKS Smart Camp Day untuk anak-anak yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan (BidPuan) PIP PKS Kuala Lumpur, di Taman Layang-Layang Kepong, 27 November 2011

Stretching, agenda pertama di pagi yang cerah
|
|
Read more...
|
|
Tuesday, 08 November 2011 01:28 |
|
Jakarta (5/11)- Anggota Komisi XI DPR, Kemal Azis Stamboel menilai penurunan peringkat indeks pembangunan manusia (IPM) harus menjadi warning serius bagi pemerintah untuk mengevaluasi arah dan pencapaian target pembangunan nasional. “Ini harus menjadi catatan serius bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya. Sektor pendidikan menjadi titik terlemah pembangunan manusia Indonesia. Rata-rata lama bersekolah orang Indonesia di tahun 2010 hanya sekitar 5,7 tahun dan tahun 2011 hanya 5,8 tahun. Atau rata-rata hanya 'hampir' lulus sekolah dasar (SD). Capaian kinerja pendidikan ini memprihatinkan, padahal anggaran pendidikan yang sudah mencapai 20% dari APBN, dimana dalam APBN 2011 tercatat Rp246 triliun. Kemerosotan IPM ini harus dievaluasi secara serius” tandasnya.
|
|
Read more...
|
|
Tuesday, 08 November 2011 00:52 |
|
PIP PKS Kuala Lumpur menyelenggarakan Tatsqif dan Ifthar Shaum Arafah pada hari Sabtu, 5 Nopember 2011 bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1432. Kajian Tatsqif dengan topik "Memupuk Semangat Berqurban" dikupas secara mendalam oleh Ust. Miftah Kamil. Lebih dari 50 kader mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Markas Dakwah PIP PKS Malaysia di Jl. Raja Alang 47 B Kuala Lumpur.
  
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 18 |