|
BAYAN DEWAN SYARI’AH WILAYAH PUSAT INFORMASI & PELAYANAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DI MALAYSIA Tentang PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH TAHUN 1430 H DI MALAYSIA
NOMOR: 02/B/K/DSW-PIP PKS-My/1430
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيد الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه، ومن اهتدى بهديه، واستن بسنته إلى يوم الدين، وبعد
عَنْ ابنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ. رواه البخاري.
Dari Abdullah ibnu Umar ra berkata: “Rasulullah saw. mewajibkan Zakat Fitrah sebanyak satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum ke atas hamba sahaya dan orang yang merdeka, baik lelaki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa dari kalangan umat Islam. Dan beliau memerintahkan agar ia dibayar sebelum orang-orang keluar menunaikan shalat (‘Idul Fitri)”. [HR. al-Bukhari].
عَنْ ابنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: "فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ". رواه أبو داود.
Dari Abdullah ibnu Umar ra berkata: “Rasulullah saw mewajibkan Zakat Fitrah sebagai satu pembersihan bagi orang-orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan kotor, dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin. Barangsiapa yang membayar Zakat Fitrah sebelum shalat (‘Idul Fitri) maka ia adalah zakat yang diterima (oleh Allah). Dan barangsiapa yang membayarnya setelah shalat, maka ia adalah shadaqah seperti shadaqah biasa. [HR. Abu Dawud].
Mengingat bahwa sebentar lagi kaum muslimin akan memasuki sepuluh akhir bulan Ramadhan tahun 1430 H dan berikutnya akan menyambut kedatangan hari raya ‘Idul Fitri 1430 H, maka Dewan Syari’ah Wilayah PIP PKS di Malaysia bermaksud memberikan bayan (penjelasan) kepada kader, simpatisan dan masyarakat Indonesia secara umum yang berdomisili di Malaysia tentang Pembayaran Zakat Fitrah tahun 1430 H di Malaysia, sebagai berikut:
-
Zakat al-Fithr atau lazim disebut oleh masyarakat Indonesia dengan istilah Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan ketika sudah memasuki masa Fithr (berbuka) setelah selesai menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
-
Zakat Fitrah diwajibkan ke atas semua individu muslim; lelaki maupun perempuan, besar maupun kecil termasuk bayi yang baru lahir, orang merdeka maupun hamba sahaya yang mempunyai kelebihan nafkah daripada keperluan dirinya sendiri dan orang yang wajib diberi nafkah oleh individu tersebut.
-
Hukum asal mengeluarkan Zakat Fitrah adalah dengan membayarkan makanan pokok dengan kadar 1 sho, yaitu sama dengan kadar 4 kali genggaman dua tangan ukuran sedang, yang kurang lebih setara dengan 3,1 liter atau 2.159 - 2.5 kilogram.
-
Waktu diwajibkannya mengeluarkan Zakat Fitrah adalah ketika matahari sudah tenggelam pada akhir bulan Ramadhan, dan disunnahkan untuk membayarkan zakat di pagi hari setelah shalat Shubuh sebelum pergi menunaikan shalat sunnah ‘Idul Fitri. Diperbolehkan juga membayarkan zakat satu atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fitri. Namun pada zaman sekarang, pembayaran zakat juga perlu menimbang sistem distribusinya. Maka apabila amil zakat (panitia) dapat memastikan pembagian zakat kepada mustahiq dengan sempurna dengan alokasi waktu satu atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fitri maka hal itu tentu lebih afdhal. Akan tetapi, apabila mengakhirkan pembayaran zakat akan mengakibatkan zakat tersebut tidak tersalurkan kepada mustahiq pada waktunya, maka membayar zakat sebaiknya dilakukan lebih awal. Secara hukum fiqh, apabila Zakat Fitrah terlambat dibagikan sampai setelah shalat ‘Id, maka ia menjadi shadaqah biasa, dan tidak ada kewajiban meng-qadha’-nya (menggantinya). Akan tetapi, apabila dilakukan dengan sengaja, maka pelakunya wajib bertaubat.
-
Tujuan Zakat Fitrah adalah untuk mensucikan pribadi muslim dari perbuatan sia-sia, perkataan tidak senonoh dan juga untuk membantu orang-orang miskin.
-
Dalam mengklasifikasikan Zakat Fitrah ada dua sisi pendekatan; pendekatan pertama mengklasifikasikannya sebagai masalah ritual murni (ta’abbudiyyah mahdhah) sebagaimana shalat lima waktu yang tidak mungkin menerima perubahan, dan pendekatan yang lain menganggapnya sebagai ibadah sosial yang lebih merupakan tatanan agama untuk kemaslahatan masyarakat yang jelas dapat dinalarkan (almaslahah al-wadhihah). Bagi yang melihat bahwa ibadah Zakat Fitrah adalah ta’abbudiyyah mahdhah maka jenis barang yang dikeluarkan tidak boleh keluar dari aturan zakat yang disebutkan dalam hadits, yaitu dengan makanan pokok. Namun bagi yang melihat bahwa Zakat Fitrah adalah ibadah sosial yang lebih menekankan kemaslahatan bagi golongan fakir miskin, maka membayar Zakat Fitrah di samping dengan menggunakan makanan pokok boleh juga dengan harga kadar makanan tersebut, tergantung kepada kemaslahatan dan kondisi fakir dan miskin. Maka dari itu, masyarakat dunia Islam saat ini melaksanakan pembayaran Zakat Fitrah dengan berpedoman pada dua pendekatan tersebut. Oleh karenanya, diharapkan masyarakat muslim mampu menyikapi perbedaan tersebut secara dewasa, sehingga kemuliaan bulan Ramadhan tidak menjadi keruh disebabkan ketidakdewasaan menyikapi masalah khilafiyah seperti ini.
-
Dalam hal penentuan kadar nominal zakat yang harus dibayarkan, pemerintah Malaysia sebagai waliyyul amr telah memberikan amanah untuk menentukan kadar Zakat Fitrah kepada majlis fatwa masing-masing negeri yang ahli dibidangnya, dan dan secara resmi telah menentukan kadar zakat bagi setiap negeri tersebut.
-
Oleh karena itu, umat Islam yang tinggal di Malaysia sebaiknya membayar zakat sesuai dengan kadar yang ditentukan oleh pemerintah Malaysia sesuai dengan wilayah di mana ia tinggal. Hal itu disebabkan pemerintah Malaysia dipastikan lebih mengetahui ukuran dan kadar makanan pokok masyarakatnya, di samping itu data yang dimiliki oleh pemerintah dalam menentukan lebih valid dibandingkan dengan perkiraan individu.
-
Kadar Zakat Fitrah tahun 1430 H di wilayah-wilayah Malaysia yang ditentukan oleh majlis fatwa untuk makanan pokok sebesar 2.7 kg, penentuan kadar 1 sho’ setara dengan 2.7 kg makanan pokok di Malaysia berdasarkan pada keputusan Jawatankuasa Majlis Fatwa Kebangsaan pada tanggal 11 Maret 2002. Jika dibayar dengan mata uang Ringgit Malaysia untuk masing-masing negeri untuk tahun 2009 adalah sebagai berikut: Kuala Lumpur: RM7.00, Labuan: RM7.00, Putrajaya: RM7.00, Johor: RM 5.00 / RM 7.50, Kedah: RM7.00, Kelantan: RM 6.90, Melaka: RM6.30, Negeri Sembilan: RM6.50, Pahang: RM7.00, Perak: RM7.00, Perlis: RM 6.00, P. Pinang: RM 7.00, Sabah: RM 6.60, Sarawak: RM 6.00, Selangor: RM 7.00, Terengganu: RM 5.00 / RM7.00 / RM8.00.
-
Sehubungan dengan hal tersebut, maka kader dan simpatisan PKS di Malaysia dihimbau untuk membayar zakat sesuai dengan kadar yang ditentukan oleh Majlis Fatwa Kebangsaan di wilayah masing-masing sebagaimana yang berlaku untuk penduduk Malaysia.
Demikian bayan ini, semoga bisa menjadi acuan para kader dan dapat dikomunikasikan kepada simpatisan serta masyarakat Indonesia di Malaysia. DSW PIP PKS Malaysia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, amin.
والله المستعان وعليه التكلان وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله صحبه أجمعين
Kuala Lumpur, 17 Ramadhan 1430 H / 8 September 2009
DEWAN SYARI’AH WILAYAH PIP PKS DI MALAYSIA
H. Achmad Dahlan, MA Ketua
|